Jaringan Komputer
Dasar Teori
Local Area Network merupakan sekumpulan komputer yang saling dihubungkan dalam suatu area tertentu yang tidak begitu
luas, seperti pada kantoratau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe
jaringan / LAN, yaitu jaringan Peer to Peer (P2P)
dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak sebagai
server ataupun workstation. Sedangkan pada jaringan Server-client, hanya
satu komputer yang bertindak sebagai
server sedangkan lainnya sebagai workstation.
Tipe
Pengkabelan
|
Tipe
Kabel
|
Keunggulan
|
Kelemahan
|
|
Thin Ethernet
(Thinnet)
|
Biaya
lebih murah
Pemasangan
komponen lebih mudah
|
Panjang
kabel terbatas
Jumlah
computer terhubung lebih sedikit (maks 30)
|
|
Thick
Ethernet (Thicknet)
|
Komputer
yang terhubung lebih banyak
|
Biaya
lebih mahal
Komponen
lebih sulit dipasangkan
|
|
Twisted Paid
Ethernet
|
Realible
:
Mempunyai
data eror correction
Meningkatkan
kecepatan transmisi
|
|
Protokol TCP/IP
Karena penting peranannya pada sistem operasi
Windows dan juga protocol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari
windows. Protokol TCP berada pada lapisan transport model OSI (Open system
Interconection) , sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI.
IP
Address
IP Address adalah
alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang
menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri dari atas 32 bit angka biner
yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh
tanda titik seperti 192.198.0.1.
IP address terdiri
atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana
network ID menentukan
alamat jaringan komputer, sedangkan host ID
menentukan alamat host
(komputer, router, swicth). IP address
memberikan lengkap
suatu host beserta alamat jaringan dimana host itu
berada.
Kelas-kelas
IP address
Cara membaca IP
address kelas A, misalnya 113.46.5.6 :
Network ID = 113
Host ID = 45.5.6
Sehingga IP address
diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya
dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address,
network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.
Domain
Name System (DNS)
Domain name system
(DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan
komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama,
DNS menggunakan arsitektur hierarki :
• Root-level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda
titik (.).
• Top level domain : kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com
dipakai oleh perusahaan; .edu dipakai untuk lembaga pendidikan; .gov dipakai
untuk badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu
negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk indonesia atau .au
untuk australia.
• Second level domain : merupakan nama untuk organisasi tau perusahaan. Misalnya
: microsoft.com; yahoo.com dan lain-lain.
DHCP
(Dynamic Host Configuration Protocol)
IP address dan subnet
mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration
Protocol atau disisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address
secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja
dengan relasi client-server, menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat
diberikan pada DHCP client. DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut yang
berlangsung secara dinamis.
Koneksi
Jaringan Di Windows
Di dalam Sistem
Operasi terbaru (Windows 2000,XP,linux kernel 2.4 keatas,dll) biasanya kartu
jaringan langsung di kenali. Berikut langkahnya pengkabelan UPT :
• Masuk ke Control
Panel kemudian ke network connection
• Pilih Local Area
Network
• Kemudian pilih properties
• Pada menu general
pilih Internet Protokol (TCP/IP)
• Klik Dobel atau
pilih properties
• kemudian isikan
alamat IP Address, Subnet Mask, dan gateway jika
terhubung dengan
internet.
• Jika sudah klik OK
• Kemudian pilih Start
– Run – ketik CMD
• Akan muncul MS-DOS
prompt
• Coba lakukan tes
koneksi ke jaringan yang lain
• Misal mau mengetes
ke IP 192.169.1.1
• Lakukan perintah
ping 192.168.1.1
• Lihat hasilnya
Fitur-fitur
di Linux
Berikut merupakan
sebagian dari fitur-fitur yang terdapat dalam linux sendiri :
• Full multitasking, Linux mampu melakukan tugas secara bersamaan dan multiple
device.
• Virtual memory; Linux dapat menggunakan bagian dari harddisk sebagai
virtual memory.
Efesiensi dari aktivitas proses RAM dan menempatkan aplikasi yang berjalan pada
virtual memory tersebut.
• Xwindows system; Mendukung berbagai aplikasi yang bisa dijalankan diatasnya.
• Built in networking
support; Linux menggunakan protokol TCP/IP, Network
File Systems dan Network Information Server (NIS/YP). Menggunakan kartu
Ethernet atau modem ke sistem lain, sudah dapat menggunakan internet.
• Shared libraries; Runtime. Menghemat banyak spasi hardisk anda.
• Nonproprietary
source code; Tidak menggunakan
kode program aplikasi tertentu. Sistem operasi linux dikembangkan dari berbagai
kalangan yang bergabung bersama untuk mengembangkan linux.
• Tidak memerlukan
biaya tinggi seperti UNIX dan
clonenya
• GNU software support; didukung oleh aplikasi-aplikasi untuk pengembangan selanjutnya
seperti GNU C dan GNU C ++.
Demikian~
trimakasih :)
Semoga bermanfaat