Tuesday, May 6, 2014

Jaringan Komputer
Dasar Teori
Local Area Network merupakan sekumpulan komputer yang saling dihubungkan dalam suatu area tertentu yang tidak begitu luas, seperti pada kantoratau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan / LAN, yaitu jaringan Peer to Peer (P2P) dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak sebagai server ataupun workstation. Sedangkan pada jaringan Server-client, hanya satu komputer yang bertindak sebagai server sedangkan lainnya sebagai workstation.

Tipe Pengkabelan
Tipe Kabel
Keunggulan
Kelemahan
Thin Ethernet (Thinnet)
Biaya lebih murah
Pemasangan komponen lebih mudah
Panjang kabel terbatas
Jumlah computer terhubung lebih sedikit (maks 30)
Thick Ethernet (Thicknet)
Komputer yang terhubung lebih banyak
Biaya lebih mahal
Komponen lebih sulit dipasangkan
Twisted Paid Ethernet
Realible :
Mempunyai data eror correction
Meningkatkan kecepatan transmisi


Protokol TCP/IP
Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga protocol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari windows. Protokol TCP berada pada lapisan transport model OSI (Open system Interconection) , sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI.

IP Address

IP Address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri dari atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.198.0.1.
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana
network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID
menentukan alamat host (komputer, router, swicth). IP address
memberikan lengkap suatu host beserta alamat jaringan dimana host itu
berada.

Kelas-kelas IP address

Cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 :
Network ID = 113
Host ID = 45.5.6

Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.

Domain Name System (DNS)

Domain name system (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki :
• Root-level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
• Top level domain : kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com dipakai oleh perusahaan; .edu dipakai untuk lembaga pendidikan; .gov dipakai untuk badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk indonesia atau .au untuk australia.
• Second level domain : merupakan nama untuk organisasi tau perusahaan. Misalnya : microsoft.com; yahoo.com dan lain-lain.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol atau disisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut yang berlangsung secara dinamis.

Koneksi Jaringan Di Windows

Di dalam Sistem Operasi terbaru (Windows 2000,XP,linux kernel 2.4 keatas,dll) biasanya kartu jaringan langsung di kenali. Berikut langkahnya pengkabelan UPT :
• Masuk ke Control Panel kemudian ke network connection
• Pilih Local Area Network
• Kemudian pilih properties
• Pada menu general pilih Internet Protokol (TCP/IP)
• Klik Dobel atau pilih properties
• kemudian isikan alamat IP Address, Subnet Mask, dan gateway jika
terhubung dengan internet.
• Jika sudah klik OK
• Kemudian pilih Start – Run – ketik CMD
• Akan muncul MS-DOS prompt
• Coba lakukan tes koneksi ke jaringan yang lain
• Misal mau mengetes ke IP 192.169.1.1
• Lakukan perintah ping 192.168.1.1
• Lihat hasilnya


Fitur-fitur di Linux

Berikut merupakan sebagian dari fitur-fitur yang terdapat dalam linux sendiri :
• Full multitasking, Linux mampu melakukan tugas secara bersamaan dan multiple device.
• Virtual memory; Linux dapat menggunakan bagian dari harddisk sebagai
virtual memory. Efesiensi dari aktivitas proses RAM dan menempatkan aplikasi yang berjalan pada virtual memory tersebut.
• Xwindows system; Mendukung berbagai aplikasi yang bisa dijalankan diatasnya.
• Built in networking support; Linux menggunakan protokol TCP/IP, Network File Systems dan Network Information Server (NIS/YP). Menggunakan kartu Ethernet atau modem ke sistem lain, sudah dapat menggunakan internet.
• Shared libraries; Runtime. Menghemat banyak spasi hardisk anda.
• Nonproprietary source code; Tidak menggunakan kode program aplikasi tertentu. Sistem operasi linux dikembangkan dari berbagai kalangan yang bergabung bersama untuk mengembangkan linux.
• Tidak memerlukan biaya tinggi seperti UNIX dan clonenya
• GNU software support; didukung oleh aplikasi-aplikasi untuk pengembangan selanjutnya seperti GNU C dan GNU C ++.



Demikian~
trimakasih :)
Semoga bermanfaat